Beranda » Inspirasi » Militansi (Bag. 2)

Militansi (Bag. 2)

Start here

(Berjuang adalah Hakikat Kemuliaan/’Izzah)DSC_2733Oleh Syahrudin (Ketua FSPMI PT BUKAKA TEKNIK UTAMA)
Bagi seorang militan sejati sesungguhnya bukan hanya fisik saja yang bekerja ,tapi…. Hati,pemikiran,jasad/fisik,ruh,jiwa,aura,pengaruh,empati semuanya bernilai kerja. Di luar dari Hati,pemikiran,jasad/fisik yaitu ruh,jiwa,aura,pengaruh dan empati akan dengan sendirinya menyelesaikan semua harapan-harapannya.. yang bahkan sang pemiliknya saja baru akan tahu saat akhirnya ternyata banyak orang menjadi bahagia,tersenyum bangga dan terbantu dalam peningkatan kwalitas hidup dan penghidupannya. Sang Militan adalah orang yang Eksis di dalam banyak hal.Baginya Keteteran adalah Eksistensi dan bukan keluhan.Keteteran sama dengan Eksistensi,karena rumus daya juangnya sang militan adalah berjuang dengan memperhitungkan selalu 100% potensi untuk setiap kegiatan dan perjuangan dalam hidupnya, bukan 100% potensi di bagi sejumlah item kegiatan hidupnya. Sang Militan adalah orang yang melakukan apapun perjuangan hidup demi orang banyak ,nasionalismenya yang kuat sehingga walaupun berjuang secara lokal namun berfikir hasil dan manfaat demi nasional.Berjuang dengan ikhlas tanpa pamrih tanpa meminta harkat dan martabat dari manusia,namun apapun pemikiran,proses dan perjuangan untuk hasil selalu dengan nurani dan menggantungkan harapannya kepada Allah Yang Maha Adil. Bagi sang Militan,tak gentar dengan 1 juta jiwa atau 100 juta jiwa pencibir,pengolok,pengkhianat bahkan perusak atas prinsip juangnya,karena ia tahu kehendak Allah tidak pernah salah sasaran atas predikat kemuliaan /’Izzah yang harus melekat terhadap orang yang mungkin justru di hinakan oleh sesama makhluknya. Sang Militan tau bahwa kemuliaan /’Izzah adalah Sesuatu yang di bentuk diciptakan dengan sengaja dan sadar dengan didasari nurani dan kebeningan jiwa karena kepasrahannya hanya kepada Allah SWT Sang Choliq. Sang Militan juga berprinsip bahwa kemuliaan/’Izzah adalah sesuatu harga yang dapat dipertahankan dan dapat bernilai sangat tinggi dan tidak mudah bahkan tidak bisa di perjual-belikan kecuali sang pemilik nya siap memanen Nista.Pertahanan kemuliaan/’Izzah adalah Istiqomah yang harus terus dilakukan penyempurnaan dengan tawakkal yang berkesinambungan. Kenapa Kemuliaan/’Izzah adalah sesuatu yang harus tetap di pupuk dan terus di pertahankan? Dengan cara apa Kemuliaan /’Izzah harus di pertahankan? Ini mudah-mudahan adalah tahap-tahap bagaimana mempertahankan kemuliaan,yaitu dengan: *Keberanian bukan ketakutan *Tawaddhu bukan mudah tersinggung marah atau ngambek *Tidak mencari penyebab atau kambing hitam *Introspeksi bukan menyalahkan *Melakukan bukan mengandalkan *Tidak berharap Mukjizat,namun penghargaan di upayakan di perjuangkan karena Allah semata. * Keseriusan Upaya yang terus menerus (berkesinambungan) bukan seingatnya atau sesempatnya. Karena Sang Militan sadar bahwa Pelemahan atas Kemuliaan /’Izzah adalah: *Menyalahkan orang lain sebagai sumber penyebab * Ketersinggungan yang tidak berdasar *Diri sendiri tidak peka dengan apa yang harus di lakukannya (tidak pintar merasa) *Ketakutan yang terselubung *Tidak siap mengayomi *Tidak Siap atas tuntutan peristiwa Insidential *Tidak Siap ketika harus “termiskinkan” secara harfiah (padahal kaya secara hakikat) *Tidak siap “terhinakan” secara harfiah ( padahal mulia secara hakikat) Dengan segala keterbatasan yang amat sangat,sang penulis tak bermaksud memberikan pelajaran untuk para aktivis-aktivis sejati,namun ini ditulis demi buah pikiran yang terpendam di hati untuk tidak menjadikan percepatan pertumbuhan uban semata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: