Beranda » Eksternal News » Isu Nasional » Surat Edaran Menteri tentang THR tahun 2012

Surat Edaran Menteri tentang THR tahun 2012

Start here

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

Kepada YTH:
1.Para Gubernur
2.Para Bupati / Walikota
Di Seluruh Indonesia

SURAT EDARAN
NOMOR : SE.05/MEN/VII/2012
TENTANG PEMBAYARAN TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN DAN HIMBAUAN MUDIK LEBARAN BERSAMA

Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja/buruh sudah merupakan tradisi sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun 2012 merupakan kewajiban pengusaha kepada pekerja/buruh sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia nomor : PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Agar tercipta suasana hubungan kerja yang harmonis dan kondisif ditempat kerja, maka permenaker wajib dilaksanakan secara konsisten oleh setiap perusahaan yang telah memperkerjakan pekerja/buruh, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara terus menerus atau lebih.

2. Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan sebagaimana dimaksud diatas sebagai berikut :

  • Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
  • Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tapi kurang dari 12 (dua belas) bulan secara proporsional dengan perhitungan : jumlah bulan masa kerja/12 x 1 bulan upah

3. Bagi perusahaan yang telah mengatur pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan dalam perjanjian kerja/peraturan perusahaan/perjanjian kerja bersama lebih baik dari nomor 2 diatas, maka Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja/buruh dilakukan berdasarkan perjanjian kerja/peraturan perusahaan/perjanjian kerja bersama.

4. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan 1 (satu) kali dalam setahun oleh perusahaan dan pembayaran selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka Gubernur/Bupati/Walikota hendaknya senantiasa memperhatikan dan menegaskan para pengusaha diwilayahnya agar segera melaksanakan pembeyaran Tunjangan Hari Raya (THR) tepat waktu.
Selanjutnya untuk meringankan dan mempermudah para pekerja/buruh serta keluarganya yang akan mudik lebaran, dihimbau Gubernur/Bupati/Walikota dapat mendorong perusahaan diwilayahnya untuk menyelenggarakan mudik lebaran bersama dengan segera berkoordinasi serta membentuk Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) Ketenagakerjaan peduli lebaran tahun 2012.

19 Juli 2012
MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA
Drs. H. Muhaimin Iskandar, MSi

Tembusan :
1.Presiden Republik Indonesia
2.Wakil Presiden Republik Indonesia
3.Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II
4.Ketua Umum DPN Apindo
5.Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh
6.Instansi yang bertangungjawab dibidang ketenagakerjaan provinsi se-Indonesia

Source : Milis FSPMI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: