Beranda » Eksternal News » 700 Ribu Buruh Tak Terlindungi Jaminan

700 Ribu Buruh Tak Terlindungi Jaminan

Start here

LODAYA (GM) – Nasib perburuhan di Jawa Barat sangat memprihatinkan. Perlindungan hukum maupun jaminan terhadap para buruh pun masih rendah. Bahkan sekitar 70 persen atau 700 ribu buruh di Jawa Barat tidak terlindungi jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek).

“Ini jelas sangat memprihatinkan, masa dari potensi jumlah buruh sekitar 1 juta orang, hanya 30 persen saja yang sudah tercover Jamsostek. Sementara sisanya 70 persen belum tersentuh sama sekali. Ini jelas amat menyedihkan dan harus dibenahi,” jelas Agus Halide, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat kepada “GM” pada acara memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Sekretariat DPD KSPSI Jawa Barat, Jln. Lodaya Bandung, Minggu (20/5).

Dikatakan, perlindungan hukum dan jaminan terhadap para buruh merupakan hak-hak dasa. Sehingga harus dipenuhi pihak pengusaha. Selama ini para pengusaha mengganggap jaminan dan perlindungan untuk para buruh merupakan beban perusahaan, sehingga perusahaan pun tidak mendaftarkan tenaga kerjanya pada program Jamsostek. Padahal di sisi lain hal itu justru menguntungkan perusahaan bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada tenaga kerja mereka.

“Mestinya perusahaan mendaftarkan tenaga kerjanya pada program Jamsostek, apalagi hal itu merupakan hak dasar tenaga kerja. Bisa saja iuran tersebut dibebankan pada biaya produksi sehingga tidak menjadi beban perusahaan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Ujang Sopandi, Sekretaris KSPSI Kota Bandung. Menurutnya, perlindungan dan jaminan merupakan hal yang sangat penting bagi para tenaga kerja dan buruh. Tapi di sisi lain, perusahaan merasa terbebani. Padahal keanggotaan Jamsostek sangat menguntungkan perusahaan saat terjadi kecelakaan kerja yang menimpa para buruh karena langsung tercover Jamsostek.

“Kita harapkan para pengusaha dapat mendaftarkan semua tenaga kerjanya pada program Jamsostek, sehingga mereka pun terlindungi dengan layanan jaminannya,” jelasnya.

Terpuruk

Sementara itu Prof. Soeganda Priyatna, Guru Besar Hubungan Industrial Universitas Padjadjaran Bandung mengatakan, kondisi perburuhan dan industri saat ini sangat memprihatinkan. Hal itu tidak lepas dari berbagai kebijakan yang tidak memihak pada dunia industri dan buruh. Misalnya terkait kerja sama perdagangan bebas ACFTA dengan Cina. Kerja sama tersebut bukannya menguntungkan ekonomi bangsa, tetapi malah membuat perekonomian menjadi terpuruk.

“Sekarang ini banyak industri yang tutup, baik industri tekstil, manufaktur maupun yang lainnya. Lihat saja industri tekstil dan industri sarung di Majalaya, sekarang ini sudah terpuruk. Bahkan bagi para buruh sendiri, kerja sama perdagangan bebas itu membuat sekitar 200 ribu hingga 300 ribu tenaga kerja kehilangan mata pencaharian. Ini perlu dibenahi oleh pemerintah,” jelasnya.

(B.99)**

source :
http://www.klik-galamedia.com/700-ribu-buruh-tak-terlindungi-jaminan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: