Beranda » Eksternal News » Isu Nasional » FSPMI Motor Penggerak Gerakan Buruh

FSPMI Motor Penggerak Gerakan Buruh

Start here

Jakarta, “Serikat Pekerja Anggota – Serikat pekerja Anggota (SPA) FSPMI harus lebih sering melakukan rapat-rapat konsolidasi untuk membangun sebuah komunikasidiantara sesama pengurus dan anggota demik mensukseskan setiap program kerja organisasi.”

Pernyataan ini disampaikan oleh Said Iqbal, Presiden DPP FSPMI pada saat membuka Rapat Pimpnan Nasional (Rapimnas) I FSPMI di tahun 2012. Pada kesempatan terseubt PResiden DPP FSPMI juga menginstruksikan agar perangkat organisasi segera memperbaiki sistem laporan keungan untuk menjaga transparansi keuangan demi membangun kepercayaan dalam setiap jenjang struktur organisasi.

Dirinya juga berpesan kejujuran dan keberanian dari seoarng pemimpin mutlak dibutuhkan oleh seorang pemimpin agar setiap anggota taat terhadap setiap intruksi pemimpinnya. “Jika keberanian dan kejujuran seorang pemimpin masihdiragukan, maka jangan salahkan anggota jika mereka melakukan pembangkangan terhadap pemimpinnya, ” ujar Iqbal disela-sela pidato pembukaan Rapimnas I FSPMI tahun 2012.

Lebih lanjut Iqbal mengingatkan kepada setipa perangkat maupun anggota FSPMI untuk tidak melupakan cita-cita luhur organisasi yang ingin mendorng terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia melalui implementasi Sistem Jaminan Sosial (SJSN) di setiap hak jaminan sosial warga negara tanpa terkecuali.

“Walaupun sampai saat ini Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan SOsial (UU BPJS) sudah disahkan bukan berarti tugas kita sudah selesai, karena faktanya sampai hari ini Rancangan Peraturan Pelaksana (RPP) BPJS ini belum juga dibuat oleh presiden maupun pemerinta. Menjadi tugas kita untuk mendorong dan mengawal RPP BPJS agar bisa selesai pada tahun 2012,” Jelas Iqbal lagi.

Pada kesempatan tersebut, PResiden FSPMI yang juga baru terpilih sebagai PResiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengakui ada beberapa permasalahan yang berkembang di FSPMI, kana tetpai ia menolak jikapermasalahan tersebut menunjukan adanya krisis di tubuh organisasi.

“sebuah hal yang wajar jika selalu muncul masalah di dalam organisasi ini (FSPMI-Red), karena hal ini membuktikan FSPMI sudah semakin besar dan memiliki begitu banyak sumber daya manusia yang unggul dan setiap individu tersebut ingin berkontribusi kepada organisasi, tentu ini menunjukkan hal yang positif. Tapi yang paling penting adalah bagiamana kita mampu mengelola setipa permasalahan yang muncul sehingga bisa mengarhakn penyelsaian dari setiap permasalahan yang muncul kepada kemajuan organisasi, ” Pungkas Iqbal.

Pada kesempatan berbeda, Syawal Harahap, Wakil Sekretaris Jenderal FSPMI Bidang Organisasi dan kesekretariatan juga menjelaskan beberapa hal kemajuan penting yang telah dicapai oleh FSPMI, diantaranya bidang organisasi dengan adanya penambahan jumlah PUK menjadi 506 PUK (Desember 2012), Walaupun dari sisi anggota terjadi penurunan dikarenakan tutupnya beberapa pUK yang memiliki jumlah anggota cukup besar.

Selain memaparkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh FSPMI, Syawal juga mengungkapn beberapa catan penting yang harus ditingkatkan terkait hasil evaluasi dalam Rpaim ini, khususnya di bdiang Perjanjian Kerja Bersama (PKB), karena hingga Desember tahun 2011 ternyata baru sekitar 34,38% PUK FSPMI yang sudah memiliki PKB.

Selanjtunya syawal juga berharap untuk meningkatkan kinerja dan eksistensi organisasi di masa depan, maka Serikat Pkerja Anggota (SPA) wajib secara kontinyu dan berkesinambungan melakukan pembaharuan data (up date data) dan segera melaporkan kepda sekretariat DPP FSPMI. “Minimal per-semester SPA-SPA harus memperbaharui datanya,” tegas syawal kepada KP.

Dalam Rapimnas I tahun 2012 ini, aksi tutup jalan tol oleh buruh bekasi yang menuntuk upah layak di beberapa ruas jalan di Bekasi beberapa waktu yang lalu, menjadi perbincangan hangat para peserta. Karena yang menjadi motor penggerak utama aksi tutup jalan tol oleh buruh bekasi disingkat Buruh Bekasi Bergerak (B3) adalah FSPMI Bekasi.

Saat Obon Tabroni, Kosulat Cabang (KC) FSPMI Bekasi menceritakan pengalamannya mulai dari detik-detik menjelang penutupan jalan tol hingga aksi penutupan jalan tol yang berlangusng sukses tersebut, para peserta yang terdiri dari berbagia pimpinan FSPMI dari seluruh wialyahFSPMI di Indonesia mendengan dengan seksama.

Para peserta ini rata-rata ingin menjadikan aksi buruh bekasi yang mampu menutup jalan tol sebagai acuan perjuangan kaum buruh di daerah masing-masing. Pun demikian mereka mengakui tidak mungkin menerapkan pengalaman di Beasi tersebut secara 100% di daerah mereka, karena adanya perbedaan karakteristik, baik budaya, sosial maupun ekonomi di daerah mereka masing-masing. Tapi setidaknya bagi mereka semangat dan kebersamaan buruh di Bekasi lah yang harus mereka tiru.

Rapimnas I FSPMI yang berlangsung selama 3 (tiga) hari di hotel LEmbah Nyiur, Cisarua, Bogor mengusung tema “Dengan Rapimnas Kita Tingkatakn Solidaritas Organisasi FSPMI dan kOmitmen Perjuanganuntuk Menjadikan FSPMI Sebagai Motor Gerakan BUurh di Indonesai”. Diikuti lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari para Pimpinan Wilayah (DPW), Pengurus Cabang (PC), Konsulat Cabang (KC) dan Pimpinan Pilar FSPMI.

Rapimnas ini menghasilkan beberapa rekomendasi Rapimnas yang akan menjadi keputusan Rapimnas I FSPIM tahun 2012 dan akan ditindaklanjuti saat Rapat KErja Nasional (Rakernas) masing-masing Serikat Pekerja Anggota.

Bersambung..

Souce : Koran Perjuangan Edisi XLII Maret-April 2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: